Jumat, 28 Januari 2011

Luas Kebun Sawit Jambi

Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan unggulan baru yang mulai di kembangkan secara besar-besaran di Provinsi Jambi pada pertengahan dasawarsa 1990-an. Dewasa ini, hampir semua kabupaten (kecuali Kabupaten Kerinci) dikembangkan perkebunan kelapa sawit melalui berbagai pola pengembangannya, baik dalam bentuk perkebunan besar swasta (PBS), perkebunan besar negara (PBN), perkebunan rakyat plasma ataupun dalam bentuk swadaya murni oleh petani perkebunan. Walaupun merupakan komoditas yang baru dikembangkan, namun perkebunan kelapa sawit sudah menjadi basis ekonomi masyarakat di Provinsi Jambi, khususnya di Kabupaten Batanghari, Muarojambi dan Tanjungjabung Barat. Sebagian besar produksi kelapa sawit di Provinsi Jambi dipasarkan dalam bentuk minyak sawit mentah (crude palm oil, CPO), hanya sebaian kecil (kurang dari 5%) yang diolah menjadi minyak goreng sawit (frying oil), sehingga terbuka peluang yang besar untuk mengembangkan produk turunan (downstream industry) minyak kelapa sawit di Provinsi Jambi. Hal ini mengingat, produksi CPO Provinsi Jambi lebih dari 1 juta ton per tahun dan terdapat lebih dari 100 jenis produk turunan yang secara teknis dapat dikembangkan dari komoditas CPO. Dari hasil kajian diketahui jenis downstream industry CPO yang prospektif untuk dikembangkan di Provinsi Jambi adalah industri yang menghasilkan produk setengah jadi (intermediate products), baik dari golongan oleopangan dengan produk berupa: fatty acid, fatty alchohol, fatty amine, methyl esther dan glycerol. Agribisnis kelapa sawit di Provinsi Jambi masih berada pada tahap pertumbuhan, sehingga hampir semua bidang usaha yang ada di dalam sistem agribisnis kelapa sawit prospektif untuk di kembangkan di Provinsi Jambi. Perluasan areal kelapa sawit seluas lebih dari 25.000 Ha per tahun membutuhkan sedikitnya 4 juta bibit per tahun membutuhkan sedikitnya 4 juta bibit per tahun. Peningkatan produksi tandan buah segar (TBS) sebesar 750.000 ton per tahun membutuhkan penambahan pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) dengan kapasitas 30 ton TBS/jam sejumlah 6 PKS per tahun. Selanjutnya, peningkatan produksi CPO membutuhkan industri hilir (downstream industry) untuk mengolah CPO menjadi produk turunan yang bernilai tambah tinggi.
Produksi 2008 (Ton)     1.203.430

Luas Lahan Sawit di Sumut

Sumatera Utara adalah sebuah provinsi yang terletak di Pulau Sumatera, Indonesia. Provinsi ini merupakan wilayah multi-etnis yang dihuni oleh banyak suku bangsa. Di Sumatera Utara saat ini terdapat dua taman nasional, yakni Taman Nasional Gunung Leuser dan Taman Nasional Batang Gadis. Menurut Keputusan Menteri Kehutanan, Nomor 44 Tahun 2005, luas hutan di Sumatera Utara saat ini 3.742.120 hektare (ha). Yang terdiri dari Kawasan Suaka Alam/Kawasan Pelestarian Alam seluas 477.070 ha, Hutan Lindung 1.297.330 ha, Hutan Produksi Terbatas 879.270 ha, Hutan Produksi Tetap 1.035.690 ha dan Hutan Produksi yang dapat dikonversi seluas 52.760 ha

Sumber Daya Alam :
Provinsi ini tersohor karena luas perkebunannya, hingga kini, perkebunan tetap menjadi primadona perekonomian provinsi. Perkebunan tersebut dikelola oleh perusahaan swasta maupun negara. BUMN Perkebunan yang arealnya terdapat di Sumatera Utara, antara lain PT Perkebunan Nusantara II (PTPN II), PTPN III dan PTPN IV.

Selain itu Sumatera Utara juga tersohor karena luas perkebunannya. Hingga kini, perkebunan tetap menjadi primadona perekonomian provinsi. Perkebunan tersebut dikelola oleh perusahaan swasta maupun negara. Sumatera Utara menghasilkan karet, coklat, teh, kelapa sawit, kopi, cengkeh, kelapa, kayu manis, dan tembakau. Perkebunan tersebut tersebar di Deli Serdang, Langkat, Simalungun, Asahan, Labuhanbatu, dan Tapanuli Selatan.

Provinsi Sumatera Utara tercatat memiliki areal Kebun Kelapa Sawit yaitu 964.257 ha.

Luas Lahan Sawit di Propinsi Riau

Riau adalah sebuah provinsi di Indonesia. Provinsi ini terletak di Pulau Sumatera dan beribukotakan Pekanbaru. Provinsi Riau di sebelah utara berbatasan dengan Kepulauan Riau dan Selat Melaka, di sebelah selatan dengan Provinsi Jambi dan Selat Berhala, di sebelah timur berbatasan dengan Laut Cina Selatan (Provinsi Kepulauan Riau) dan di sebelah barat berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Sumatera Utara.

Sumber Daya Alam :
Riau kaya akan sumber daya alam, baik kekayaan yang terkandung di perut bumi, berupa minyak dan gas bumi, emas, dll. maupun kekayaan hutan dan perkebunannya, belum lagi kekayaan sungai dan lautnya. Seiring otonomi daerah, kekayaan tersebut bertahap mulai disalurkan secara penuh ke daerah (tidak sepenuhnya diberikan ke pusat) lagi. Aturan baru dari pemerintahan reformasi, memberi batasan dan aturan tegas mengenai kewajiban penanam modal, pemanfaatan sumber daya dan bagi hasil dengan lingkungan sekitar.

Provinsi Riau tercatat memiliki areal Kebun Kelapa Sawit terbesar yaitu 1.383.477 ha.